Enkapsulasi Layer OSI: “Kue Lapis untuk Dekan”

Interaksi antarprotokol di host bisa dianggap sebagai sebuah stack, artinya tumpukan dari lapisan-lapisan (layers). Pemahaman tentang enkapsulasi di layer-layer OSI pada proses transfer data dari satu host ke host yang lain dapat ditempuh melalui berbagai cara, antara lain dengan “Analogi Kue Lapis”..

:D

Ilustrasi: Kue Lapis

(asri78.wordpress.com)

 

Bayangkan ada dua buah gedung yang masing-masing punya tujuh lantai; dan setiap lantainya dihuni oleh satu departemen. Kita anggap saja nama mereka adalah: “Gedung Rektorat” dan “Gedung Dekanat“.

  

Ilustrasi: Gedung Tujuh Lantai

(ny.curbed.com, thegrovestl.com )

 

Misalnya tujuh lantai Gedung Rektorat dari bawah ke atas masing-masing ditempati oleh:

  1. Resepsionis Rektorat
  2. Departemen Humas Rektorat
  3. Departemen Teknologi Informasi Universitas
  4. Departemen Kemahasiswaan Universitas
  5. Departemen Keuangan Universitas
  6. Departemen Kepegawaian Universitas
  7. Rektor

Sedangkan tujuh lantai Gedung Dekanat dari bawah ke atas masing-masing ditempati oleh:

  1. Resepsionis Dekanat
  2. Departemen Humas Dekanat
  3. Departemen Teknologi Informasi Fakultas
  4. Departemen Kemahasiswaan Fakultas
  5. Departemen Keuangan Fakultas
  6. Departemen Kepegawaian Fakultas
  7. Dekan

 

Apabila suatu saat Rektor ingin mengirimkan sekotak Kue Lapis kepada Dekan, bagaimana caranya? Secara umum prosesnya bisa digambarkan sebagai berikut:

  1. Rektor mengirimkan kue lapis dari lantai paling atas ke lantai paling bawah Gedung Rektorat, secara bertahap.
  2. Kue lapis dibawa oleh Kurir dari Gedung Rektorat ke Gedung Dekanat.
  3. Dari lantai paling bawah Gedung Dekanat, kue lapis dikirimkan secara bertahap ke Dekan di lantai paling atas.

 

Jika dirinci, maka urutan proses pengiriman kue lapis yaitu:

  1. Selembar kue lapis untuk Dekan dititipkan oleh Rektor (di Gedung Rektorat Lantai VII) kepada Departemen Kepegawaian Universitas di Lantai VI.
  2. Lalu Departemen Kepegawaian Universitas menambahkan satu lapisan lagi pada selembar kue lapis tersebut, dan menitipkannya kepada Departemen Keuangan Universitas di Lantai V.
  3. Departemen Keuangan  Universitas menambahkan satu lapisan lagi pada selembar kue lapis tersebut, dan menitipkannya kepada Departemen Kemahasiswaan  Universitas di Lantai IV.
  4. Departemen Kemahasiswaan  Universitas menambahkan satu lapisan lagi pada selembar kue lapis tersebut, dan menitipkannya kepada Departemen Teknologi Informasi Universitas di Lantai III.
  5. Departemen Teknologi Informasi Universitas menambahkan satu lapisan lagi pada selembar kue lapis tersebut, dan menitipkannya kepada Departemen Humas Rektorat  di Lantai II.
  6. Departemen Humas Rektorat  menambahkan satu lapisan lagi pada selembar kue lapis tersebut, dan menitipkannya kepada Resepsionis Rektorat  di Lantai I.
  7. Resepsionis Rektorat  menambahkan satu lapisan lagi pada selembar kue lapis tersebut, dan menitipkannya kepada Kurir yang menghantarkannya dari Gedung Rektorat ke Gedung Dekanat. Kini, kue lapis tersebut terdiri atas tujuh lapisan.

 

Dengan melalui rute tertentu, Kurir menghantarkan kue lapis ke Gedung Dekanat. Sesampainya di sana, prosesnya berlanjut:

  1. Kurir menyerahkan kue lapis kepada Resepsionis Dekanat di Lantai I.
  2. Resepsionis Dekanat mengambil satu lapisan teratas dari kue lapis, lalu menyerahkan sisanya kepada Departemen Humas Dekanat di Lantai II.
  3. Departemen Humas Dekanat mengambil satu lapisan teratas dari kue lapis, lalu menyerahkan sisanya kepada Departemen Teknologi Informasi Fakultas di Lantai III.
  4. Departemen Teknologi Informasi Fakultas mengambil satu lapisan teratas dari kue lapis, lalu menyerahkan sisanya kepada Departemen Kemahasiswaan Fakultas di Lantai IV.
  5. Departemen Kemahasiswaan Fakultas mengambil satu lapisan teratas dari kue lapis, lalu menyerahkan sisanya kepada Departemen Keuangan Fakultas di Lantai V.
  6. Departemen Keuangan Fakultas mengambil satu lapisan teratas dari kue lapis, lalu menyerahkan sisanya kepada Departemen Kepegawaian Fakultas di Lantai VI.
  7. Departemen Kepegawaian Fakultas mengambil satu lapisan teratas dari kue lapis, lalu menyerahkan sisanya kepada Dekan di Lantai VII.

Kue lapis yang diterima oleh Dekan sudah tinggal satu lapisan saja, yaitu lapisan yang berasal dari Rektor..

:D

Itulah analogi sederhana tentang enkapsulasi pada layer-layer OSI, yang ilustrasi aslinya dapat dilihat pada gambar berikut:

Ilustrasi: Enkapsulasi pada OSI Layers

(dat36.files.wordpress.com)

Selamat membayangkan. ;)

 

Para “Pemeran”:

 
Gedung Rektorat			: Host Pengirim Data

Gedung Dekanat			: Host Penerima Data

Kue Lapis			: Data

Rektor				: Application Layer (Source)

Dept. Kepegawaian Universitas	: Presentation Layer (Source)

Dept. Keuangan Universitas	: Session Layer (Source)

Dept. Kemahasiswaan Universitas	: Transport Layer (Source)

Dept. TI Universitas		: Network Layer (Source)          

Dept. Humas Rektorat		: Data link Layer (Source)

Resepsionis Rektorat		: Physical Layer (Source)

Kurir				: Media Transmisi

Resepsionis Dekanat		: Physical Layer (Destination)

Dept. Humas Dekanat		: Data link Layer (Destination)

Dept. TI Fakultas		: Network Layer (Destination)

Dept. Kemahasiswaan Fakultas	: Transport Layer (Destination)

Dept. Keuangan Fakultas		: Session Layer (Destination)

Dept. Kepegawaian Fakultas	: Presentation Layer (Destination)

Dekan				: Application Layer (Destination)

7 Responses to “Enkapsulasi Layer OSI: “Kue Lapis untuk Dekan””

  1. Anom says:

    Waduh, jadi lapar nih baca artikel ini. Tanggung jawab dong pak :D

  2. Kalau lapar ya segera makan dong.. :lol:

  3. Alfi says:

    terimakasih pak buat pejelasannya. :)
    jadi paham yang dimaksud dengan stack pada interaksi antar protokol.

  4. abas says:

    Menarik konsepnya pak, cuman saya ada masalah dengan pengertian enkapsulasi dengan analogi kue lapis ini. Bagaimana masing-masing bagian mengenali batas lapisan yang harus diambil/proses?

  5. Pak.. apakah analogi stack ini alurnya harus dari atas kebawah lanjut dari bawah keatas seperti alur naik turun gedung dicontoh diatas?
    Terima kasih..

  6. Terima kasih Pak Abas. Kalau dianalogikan seperti kue lapis sih, setiap bagian bisa mengetahui batas antarlapisan dari perbedaan warna masing-masing lapisan. Karena setiap lapisan memang dibuat berbeda karakteristiknya, untuk memudahkan pengaksesan lapisan oleh pihak yang berkepentingan.
    CMIIW ;)

  7. Saptanu, kalau data dalam kondisi “berangkat” dari pengirim/source, maka alurnya dari tingkat atas ke tingkat bawah. Sedangkan jika datanya sedang “tiba” di penerima/destination, maka dia menempuh alur naik dari tingkat bawah ke tingkat atas.

Leave a Response

CAPTCHA Image
*